-->

Selamat datang di website kami

Bagi para pengunjung , kami berharap sudilah anda memberi komentar, masukan, kritik demi perkembangan website ini. Trimakasih

Selasa, 15 Mei 2012

10 Cara Menjadi Orang Sukses

10 Cara Menjadi Orang Sukses
Suatu kesuksesan memiliki banyak definisi dan variasi tolok ukur. Beberapa dari kita meyakini, bahwa kesuksesan berarti mencapai posisi tertinggi di kantor, variasi lainnya bermakna memiliki kecukupan finansial tertentu. Ada sebagian lagi mewujudkan kesuksesan sebagai sebuah predikat penghargaan dari kolega dan khalayak atas prestasinya. Dari bermacam definisi dan tolok ukur itu, satu hal yang dapat disimpulkan bahwa kesuksesan merupakan pencapaian impian melalui sebuah proses terstruktur dan terencana. Contohnya, si A mendefinisikan sukses jika dia mampu mencapai manajer pemasaran di tempat kerjanya. Usaha untuk “memuluskan” kesuksesan tersebut, A memutuskan untuk belajar kembali di institusi pendidikan S2 dan mengikuti beberapa seminar pemasaran. Tentu saja, banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu material dan sikap pribadinya. Bentuk material berupa dana dan waktu merupakan hal yang pasti harus dipersiapkan, lalu perlu juga ditunjang dengan sikap pribadi dalam menyikapi proses pencapaian kesuksesan itu sendiri.

Merujuk kepada Jennie S. Bev yaitu seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator bertempat tinggal di San Francisco Bay Area dan merupakan seorang Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim “ketat” Amerika. Beliau mengedepankan 10 unsur kepribadian seorang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses.

Sepuluh sikap itu adalah sebagai berikut:

1. Keberanian untuk berinisiatif.

Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang! Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif. Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.

2. Tepat waktu

Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan
mitra kita.

3. Senang melayani dan member

Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja! Tetapi, setidaknnya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita

4. Membuka diri terlebih dahulu

Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka. Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?

5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik

Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru. Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar

6. Senang mempelajari hal-hal baru

Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan

7. Jarang mengeluh

Profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.” Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik)

8. Berani menanggung resiko

Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat

9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat)

Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya. Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut

10. “Comfortable in their own skin”

Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri. Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan.

http://totostmik.wordpress.com
BACA SELENGKAPNYA »»»

Sabtu, 14 April 2012

6 Langkah Menjadi Pendengar yang Baik

Menjadi pendengar yang baik merupakan modal dalam berbagai posisi, sebagai teman, pasangan, atau rekan kerja.

Seorang pendengar yang baik tidak hanya ingin mengetahui seperti apa cerita yang akan dibagi oleh lawan bicaranya, namun juga menghargai keinginan setiap orang, yaitu keinginan untuk didengar.

6 Langkah Menjadi Pendengar yang Baik

Untuk menjadi seorang pendengar yang baik, berikut ini tips yang dapat Anda coba.

1.    Fokus pada lawan bicara

Sesibuk apapun Anda, hentikan sementara sifat multitasking saat sedang mendengarkan lawan bicara. Tunjukkan bahwa Anda fokus pada apa yang sedang dibicarakan. Simpan dulu ponsel Anda, abaikan dulu bunyi ringtone yang mengganggu pembicaraan (kecuali jika benar-benar urgent, tentunya), dan pastikan Anda tidak melewatkan sedikitpun bahan obrolan.

2.    Hindari memotong pembicaraan

Memotong dan menyela pembicaraan bukan hal yang baik untuk dilakukan, terutama saat obrolan semakin serius. Selain tidak menunjukkan etiket yang baik, memotong pembicaraan juga tidak menunjukkan hormat Anda pada lawan bicara. Tahan dan bersabarlah sampai lawan bicara menyelesaikan kalimatnya.

3.    Tunjukkan reaksi

Tunjukkan bahwa Anda mendengarkan ceritanya dengan menjaga kontak mata dan melihat langsung pada lawan bicara. Tunjukkan pula reaksi Anda dengan ekspresi wajah, seperti mengangguk atau mengernyitkan dahi.

4.    Buka pikiran Anda

Cobalah posisikan diri Anda sebagai lawan bicara. Rasakan apa yang dialaminya. Hindari terlalu banyak berasumsi dan menghakimi dengan pola pikir yang sempit. Buka pikiran Anda atas kondisi yang dialaminya secara keseluruhan, tidak hanya obrolannya saja.

5.    Hindari fokus pada diri sendiri

Saat lawan bicara mengeluarkan keluhannya, Anda mungkin akan terdorong untuk menceritakan pengalaman yang sama yang Anda alami. Ingat, fokus pembicaraan ialah lawan bicara Anda, bukan Anda. Jangan sampai rekan Anda yang mau curhat, malah dicurhati balik oleh Anda.

6.    Aktif merespon obrolan

Seorang pendengar yang baik tidak hanya akan menyediakan telinga untuk lawan bicaranya. Dalam mendengarkan obrolan, Anda juga harus aktif memberi respon. Tidak hanya sekedar “oh…” atau “ya, lalu?” tapi sampaikan juga pendapat Anda tentang apa yang sedang dibicarakan.

source: tabloidbintang.com
BACA SELENGKAPNYA »»»

Rabu, 28 Maret 2012

Mari Belajar dari Semut

Mengapa harus semut yang kita jadikan guru? Kita toh manusia yang lebih sempurna daripada binatang!!! Mungkin itu yg ada dalam benak agan2..

Kita memang tidak akan meminta semut untuk mengajar layaknya guru2 yang menerangkan pada muridnya, karena semut memang tidak pernah kuliah di universitas keguruan & punya gelar SPd. Kita hanya akan mencoba untuk melihat perilaku dan kebiasaan semut2 kecil tersebut & mencoba untuk merenungkannya. Siapa tahu bisa bermanfaat bukan!

Ayo kita mulai bahas sedikit demi sedikit perilaku mereka

1. Semut adalah binatang yang ramah

Mari Berguru Pada Semut

Bila bertemu dengan sesamanya, semut akan saling menyapa dengan menyentuhkan antenanya. Kita sebagai manusia, jangankan saling bersalaman, kadang dengan teman sendiri pun saling bertengkar, mengancam, berebut, bahkan menghina. Semut ternyata lebih ramah dari pada kita bukan??

2. Semut adalah binatang yang tertib

Mari Berguru Pada Semut

Lihatlah ketika semut berjalan bersama koloninya, mereka pasti berbaris, mereka antri, padahal jumlah mereka sangatlah banyak. Bandingkan dengan kita yang selalu menyerobot antrian & saling salip-menyalip di jalanan. Mungkin sistem antrian & lalu lintas di dunia semut lebih maju dibandingkan sistem dunia manusia ya..??

3. Semut itu hemat, pemurah dan rajin bergotong royong/bekerja sama

Betapa tidak, ketika seekor semut mendapatkan sebutir nasi, semut itu tidak akan menghabiskan nasi itu sendirian, tapi nasi itu akan disimpan untuk persediaan di masa paceklik & digunakan untuk kebutuhan koloninya.

Mari Berguru Pada Semut

Belajar dari SEMUT

Dan ketika ada makanan yang lebih besar, maka semut2 akan bergotong royong untuk mengangkatnya, begitu pula ketika membuat sarang. Masyarakat pedesaan mungkin sedikitnya masih bersikap arif seperti ini. Tapi bagaimana dengan kita? yang cenderung selalu konsumtif, jarang berbagi, hanya memikirkan diri sendiri & tak mau membantu orang lain, walaupun ada nenek2 atau kakek2 yang kesulitan menyebrang, kita enjoy saja menarik gas kendaraan kita, tanpa lihat kanan kiri.

4. Semut itu kuat dan pemberani

Semut mampu mengangkat beban yang bahkan 50X lipat dari berat tubuhnya sendiri. Itu secara fisik, secara nonfisik apakah kita kuat, menahan godaan misalnya, berupa harta, tahta dan wanita???

Belajar dari Semut

Dengan keberaniaannya, semut berani untuk menggigit kita, manusia yang lebih besar ukurannya jika mereka kita ganggu, semut2 itu berani akan selalu berani menghadapi setiap tantangan yang datang pada mereka walaupun sangat besar. Bandingkan dengan kita, yang banyak mengeluh, frustasi, bahkan melarikan diri ketika masalah datang menghampiri.

5. Semut itu disiplin, teratur dan terorganisir

Belajar dari Semut

Semut itu mempunyai pembagian tugas yang jelas, ada semut ratu, yang tugasnya kawin dan bertelur saja, dan tentu saja sambil memerintah rakyat semut. Ada semut prajurit, yang tugasnya berperang. Ada semut pekerja, yang tugasnya mencari makan dan membangun sarang. Malah ada semut baby sitter, yang tugasnya merawat telur-telur yang belum menetas.

Belajar dari Semut


Semut itu sekali menerima jabatan dan tugas, selalu melakukannya dengan sepenuh hati, kalau perlu mereka mati demi tugas. Kalo kita, ada artis yg jadi pejabat, pejabat jadi artis, aparat jadi bodyguard, dst..

6. Semut itu setia, tahan banting dan pantang menyerah

Belajar dari Semut

Semut merupakan salah satu binatang yang setia. Setia kepada ratunya, kepada kelompoknya. Terutama semut pekerja yang selalu setia bekerja untuk memberi makan sang ratu dan semut lain dalam kelompoknya.

Belajar dari Semut

Bandingin ama elu tong, dikasih amanah aja kadang kaga dijalanin...

Belajar dari Semut

Bila semut kita lempar atau kita siram sekelilingnya dengan air, kita tidak akan melihat semut terdiam pasrah menerima nasibnya yang sedang kita kerjain. Mereka akan tetap berjuang agar mereka bisa tetap hidup, bergerak2 dengan sekuat tenaga mereka untuk menyelamatkan diri. Lalu bagaimana dengan kita yang selalu uring2an ataupun hanya bisa pasrah pada nasib yang menimpa kita.

Belajar dari Semut

source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11189029
BACA SELENGKAPNYA »»»

Sabtu, 25 Februari 2012

7 Kebiasaan untuk Perbaiki Finansial Pribadi

Perbaiki Finansial Pribadi
Kebiasaan yang Anda jalankan setiap harinya menentukan seperti apa masa depan Anda. Tak terkecuali dalam hal keuangan. Coba amati cara dan kebiasaan Anda mengelola uang. Jika hingga saat ini kondisi keuangan pribadi masih carut marut, memiliki penghasilan rutin bulanan namun tak dapat menikmatinya atau pas-pasan bahkan defisit setiap akhir bulan, saatnya instrospeksi diri.

Jangan berdiam diri, tapi cari tahu penyebab kondisi keuangan yang masih berantakan ini. Cermati lagi, boleh jadi Anda tak menjalankan kebiasaan keuangan yang baik. Perencana keuangan, Arief Bachtiar, menuliskan di website perencanaan keuangan Akbar's Financial Check Up mengenai tujuh kebiasaan baik keuangan yang perlu dipraktikkan untuk menjadikan Anda pribadi positif.

1. Menabung

Hanya dengan menabung kehidupan Anda dapat lebih tenteram. Anda akan merasa nyaman karena pengeluaran ke depan sudah ada di tabungan.

2. Cerdas berbelanja

Anda menyadari dan menjalani kebiasaan menghindari belanja berlebihan. Caranya, Anda hanya berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan budget. Dengan begitu, Anda dapat menabung lebih banyak sehingga ada cukup dana berlebih untuk berinvestasi.

3. Mencatat pengeluaran pemasukan

Ini adalah metode sederhana yang bisa diterapkan siapa saja. Tujuannya, agar Anda lebih mudah mengendalikan pengeluaran. Dengan pencatatan, Anda dapat melihat lebih detil setiap perputaran keuangan. Namun jangan sekadar mencatat saja, tapi jadikan catatan ini sebagai acuan untuk melakukan perubahan dan memperbaiki kebiasaan keuangan yang kurang baik.

4. Menghindari utang

Utang terutama utang konsumtif dapat merugikan Anda karena bunga utang sangat memberatkan. Bunga kartu kredit yang sering Anda pakai berbelanja misal sebesar tiga persen per bulan atau 36 persen setahun, lebih tinggi daripada deposito bahkan investasi di pasar modal. Utang harus dikendalikan untuk mewujudkan kondisi finansial yang baik.

5. Mengendalikan pengeluaran

Berbagai cara bisa dilakukan dengan mencatat pengeluaran. Sebagai contoh dengan sistem amplop yang dapat membantu Anda membatasi pengeluaran dan lebih disiplin memakai dana di mesin ATM. Dengan sistem amplop, Anda "dipaksa" memakai dana yang telah dianggarkan melalui sistem amplop tersebut.

6. Menjaga keamanan finansial keluarga

Bisa dilakukan dengan menerapkan pembelian asuransi seperti asuransi jiwa serta asuransi kesehatan. Asuransi jiwa berfungsi melindungi keluarga dari kehilangan nafkah sumber penghasilan seseorang yang menjadi tumpuan keluarga jika dia meninggal dunia. Asuransi kesehatan berfungsi sebagai perencanaan risiko karena sakit dan pengganti nafkah karena pemberi nafkah tidak bisa bekerja saat sakit.

7. Berinvestasi

Banyak pilihan cara berinvestasi, bisa dengan membeli emas logam mulia, menabung di deposito, membeli reksadana dan saham. Komponen Investasi tersebut memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan serta risiko, sehingga tergantung daripada profil Anda sebagai investor.

source: kompas
BACA SELENGKAPNYA »»»

Kamis, 23 Februari 2012

Tips Memilih Lokasi Usaha yang Tepat

Apakah Lokasi Usaha kita sudah Tepat ??

Perlu anda ketahui tentang belenggu motivasi berbisnis, Kiat-kiat memulai berbisnis, bisnis apa yang kira-kira cocok untuk kita, Konsep bisnis yang Inovatif dan lain-lain. Tapi ternyata ada hal penting lain yang harus jadi pertimbangan kita sebelum memulai berbisnis, yuk mari kita simak ....

Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat. Salah satu keputusan yang sangat penting sebelum memulai usaha bisnis waralaba adalah memilih lokasi yang tepat dan strategis sebagai tempat usaha. Karena lokasi ikut berperan menentukan tingkat kesuksesan usaha Anda.

Jika tidak atau belum memiliki bayangan seberapa strategis lokasi yang ingin Anda pilih, sebaiknya meminta kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi tempat usaha itu. Atau, mintalah nasehat kepada franchisor di mana sebaiknya lokasi yang tepat untuk usaha Anda.

Biasanya, franchisor melakukan studi (riset) pasar sebelum memberikan persetujuan kepada franchisee. Riset ini salah satunya mengenai trade area franchise untuk mengetahui secara demografis potensi usaha dan informasi yang berhubungan dengan lokasi/tempat belanja masyarakat. Tidak ada salahnya jika Anda meminta lebih rinci gambaran dan potensi lokasi yang direncanakan.

Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi :

Tips Memilih Lokasi Usaha yang Strategis

1. Kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin Anda geluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran final. Apakah bisa dijadikan sebagai tempat belanja masyarakat.

2. Penghasilan

Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/pusat perbelanjaan. Karena itu, perlu Anda cermati bagaimana penghasilan penduduk di area trade Anda. Apakah lingkungan dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise atau pusat perbelanjaan yang Anda miliki?

3. Jumlah usaha

Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan pusat shopping (pusat shopping) atau sentra perdagangan. Nah, apakah banyaknya usaha berpengaruh kepada lokasi? Apakah tipe bisnis di area itu menggunakan produk atau service yang ditawarkan franchise?

4. Tempat

Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha Anda seperti mal (shopping mall), sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Anda perlu menanyakan, apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri?

5. Jumlah Traffic

Berapa banyak kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu per harinya? Apakah orang yang lalu lalang akan dapat melihat tanda bisnis (plang) Anda? Apakah lokasinya mudah diakses?

6. Pusat keramaian

Jika lokasi berada di bagian mal misalnya Mall Depok Town Square, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.

7. Akses karyawan

Bisa saja lokasi yang jarak tempuhnya sangat jauh menjadi kontra produktif buat karyawan Anda. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan utama Anda. Misalnya Mall Depok Town Square.

8. Zona

Jika lokasi yang Anda pilih bukan daerah perdagangan semacam shopping mall atau tidak cocok dengan usaha Anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Maka, perlu juga Anda menanyakan, apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis Anda.

9. Kompetisi

Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin Anda jalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis buat Anda.

10. Appearance

Anda pasti ingin usaha Anda terlihat berwibawa dan lingkungan di sekeliling lokasi tidak mengganggu usaha franchise Anda. Tanyakan kepada franchisor, apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya juga cukup baik?

Selanjutnya, mintalah franchisor membantu Anda bernegosiasi untuk mendapatkan lokasi yang strategis dan harga sewa yang lebih murah. Karena bisa saja dalam kasus tertentu, usaha tersebut dibutuhkan, misalnya oleh real estate untuk menjaring pasar.

" Pemilihan Tempat Juga berpengaruh besar pada Usaha yang akan kita bangun ,jadi sebelum memulai Usaha Tentukan dulu atau di Riset dulu Lokasi yang akan kita jadikan Tempat Usaha Kita. Jangan sampai bisnis yang kita jalani ternyata mendapatkan kendala khususnya karena Letak yang kurang Strategis."

Semoga bermanfaat..

source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12838929
BACA SELENGKAPNYA »»»

Jumat, 17 Februari 2012

Tiada Kata Sibuk

Manajemen waktu berarti menerima nilai lebih banyak dari waktu yang sudah digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup. Kunci untuk manajemen waktu yang sukses adalah perencanaan dan menerapkannya dalam rencana yang sama. Manajemen waktu membantu kita untuk melihat kembali rencana agar menjadi lebih produktif dan efisien. Ini adalah menemukan cara untuk melakukan tugas yang sama dalam waktu yang tetap dan menjaga atau meningkatkan standar kualitas.

Mengubah kebiasaan manajemen waktu yang buruk menjadi lebih baik tentu saja membutuhkan waktu dan usaha. Lifemojo memberikan tips berikut ini untuk membantu Anda memperkuat produktivitas.

Tips Bagi Anda yang Sibuk
* Belajar memprioritaskan.

Ada perbedaan besar antara tugas-tugas yang mendesak, penting, dan tidak begitu penting. Prioritaskan tanggung jawab pada kegiatan yang sangat penting. Gunakan teknik ABC untuk membagi tugas-tugas dalam kategori ini. Grup A termasuk tugas yang mendesak, Grup B termasuk tugas-tugas yang penting, dan Grup C termasuk yang tidak begitu penting. Lakukan tugas-tugas sesuai dengan prioritasnya. Ingatlah 80% imbalan datang dari 20% kegiatan yang Anda kerjakan. Sisi lain yang paling penting dari prioritas adalah belajar untuk mengatakan “Tidak”. Untuk melakukan tugas yang paling penting, mungkin Anda harus mengatakan “tidak” kepada yang kurang penting. Hindari melebihi dari komitmen waktu Anda.

* Rencanakan hari.

Rencanakan hari Anda di atas kertas. Lakukan hal itu tidak boleh lebih dari 20 menit sehari. Perkirakan waktu untuk setiap tugas yang Anda lakukan dan tetap berpegang pada waktu yang sudah dialokasikan.

* Mulailah hari Anda dengan cara benar.

Sibuk sepanjang hari berarti Anda terus-menerus kewalahan serta bergegas untuk menyelesaikan tugas, yang akan membuat kekacauan pada kemampuan Anda mengatur waktu. Akibatnya, produktivitas Anda terganggu. Gunakan 10 menit untuk duduk diam setiap pagi. Selama sepuluh menit itu, ambil napas dalam-dalam dan rencanakan hari Anda.

* Multi-task.

Saran lain, gabungkan beberapa kegiatan dalam satu waktu. Contohnya, ketika bepergian untuk bekerja, bisa disambi dengan membaca surat kabar. Anda akan memiliki lebih banyak waktu jika melakukan beberapa kegiatan sekaligus. Ingatlah, untuk tidak menurunkan kualitas pekerjaan Anda saat multitasking.

- Gunakan aturan “Dua atau Lebih”. Jika kewalahan dengan tugas-tugas, berpkirlah kembali, dan kemudian fokuskan pada dua tugas yang paling penting. Setelah selesai, kerjakan dua tugas lagi.

- Hindari penundaan. Jika Anda akan mengatur waktu secara efisien, belajarlah bagaimana meminimalkan penundaan. Alasan orang menunda-nunda adalah karena mereka tidak suka melakukan aktivitas tersebut.  Untuk menghindari penundaan, bagilah kegiatan yang sama ke bagian yang lebih kecil lagi dan kerjakan satu per satu. Dengan melakukan sedikit demi sedikit, akhirnya pekerjaan pun selesai.

- Mengelola informasi. Dalam era informasi ini, begitu banyak pengetahuan sehingga sulit untuk mengelolanya. Belajarlah untuk mendapatkan informasi yang dikelola secara terorganisir. Akan lebih mudah untuk menyelesaikan tugas jika informasi yang didapat diatur. Dokumentasi merupakan cara yang baik untuk mengelola informasi secara efektif. Pastikan pengambilan informasi juga merupakan tugas yang mudah, jika tidak, Anda akan membuang-buang banyak waktu untuk hal itu.

* Belajarlah untuk mendelegasikan.

Jika Anda tidak belajar mendelegasikan tugas yang kurang penting, maka Anda akan menjadi sangat sibuk, frustasi, dan kelelahan. Jangan mencoba untuk melakukan semuanya sendiri. Tugaskan pekerjaan kepada orang lain. Agar pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain hasilnya baik, pastikan mengkomunikasikan tugas dengan baik.

* Istirahat.

Sisihkan waktu untuk istirahat di siang hari untuk menyegarkan dan memulihkan diri. Manajemen waktu bukanlah bekerja lebih dalam waktu yang kurang, tetapi bekerja secara efisien dan produktif. Jika tidak beristirahat cukup, maka anda pun akan kelelahan. Rencanakan keluar rumah pada akhir pekan. Pergi ke bioskop, menemui seorang teman, atau berjalan-jalan.

* Tidur yang cukup.

Tidak dianjurkan untuk bekerja berjam-jam di malam hari, karena akan berpengaruh pada kesehatan dan produktivitas. Tanpa tidur yang cukup, Anda akan merasa lesu sepanjang hari dan tidak bisa fokus pada tanggung jawab yang sudah ada.

Waktu itu berharga. Manajemen waktu membantu Anda menjadi lebih dinamis, menang, dan mengurangi stres. Kunci manajemen waktu mengharmonisasikan kegiatan Anda sehingga hidup bukan hanya untuk bekerja saja, tetapi juga bermain. Pada akhirnya akan lebih banyak tugas yang selesai dan Anda pun bahagia.

source: intisari
BACA SELENGKAPNYA »»»

Rabu, 15 Februari 2012

Pentingkah Kuliah?

Wisuda Kuliah tidak penting?
Jika pekerjaan (profesi) adalah sebuah acuan, kontroversi tentang perlu enggaknya kuliah tidak pernah selesai. Satu sisi banyak orang yang sukses di pekerjaan berasal dari bangku kuliah. Namun, kita juga melihat fenomena orang seperti Mark Zurenberg atau Bill Gates, yang tak selesai kuliahnya namun sukses.

Dalam dunia yang pragmatis, "pendidikan" sekarang berhadapan dengan "pengalaman". Banyak dari kita masih berpikiran bahwa pendidikan akan menghasilkan pekerjaan yang bagus. Formal. Kantoran. Sedangkan yang tak berpendidikan hanya akan tercebur ke pekerjaan kasar. Informal atau bawahan. Lapangan.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh situs jejaring sosial LinkedIn memberi persepsi lain. Mereka bertanya ke para pencari karyawan, "Mana yang lebih berharga di mata Anda: pendidikan atau pengalaman?”

Jawaban beragam diperoleh dari responden. Ada yang berkata, "Saya menemukan bahwa universitas mengajarkan teori, dan dari pengalaman pribadi, teori hanya bekerja di dalam teori."

Lainnya bilang, "Sebagai manager perekrutan dan pengambil keputusan akhir, saya hanya bisa memberi Anda sebuah petuah yang saya pelajari bertahun-tahun: ada alasan mengapa pendidikan dan gelar diletakkan di bagian paling bawah dari lamaran pekerjaan. Gelar hanyalah selembar kertas. Hal itu tidak mencerminkan kemampuan pelamar untuk unggul dalam sebuah pekerjaan. Hal itu tidak berarti Anda memiliki pengalaman dari belajar di sekolah."

Nah, menurut situs Ask Men, ada lima pekerjaan yang bisa Anda darati tanpa melewati bangku kuliah.

1. Jurnalis

Tak disangsikan bahwa jika Anda hanya mengandalkan gelar jurnalistik tanpa pengalaman hanya akan dianggap sebelah mata oleh pihak perusahaan media. Banyak media sukses yang memburu calon karyawan yang bertalenta dan berkarakter, bukan pemilik sertifikat universitas. Makanya, jika ingin menjadi koresponden atau penulis perjalanan, tinggalkan bangku kuliah dan mulai berteman dengan editor sebuah media.

Beberapa orang penting media sukses tak menyelesaikan bangku kuliahnya, seperti Ted Turner dan David Geffen, pendiri Dreamworks. Banyak editor pemenang penghargaan bergengsi, fotografer, pembaca acara radio, dan produser menghabiskan waktu di ruang berita daripada uang di sekolah.

2. Manager Hotel Mewah

Tentu, Anda bisa saja bermula dari hanya menunggu meja. Namun, industri perhotelan berkembang pesat. Jika ingin berkarir di sini, tak butuh waktu lama bagi Anda yang bertekad kuat untuk menjadi seorang pemilik hotel butik. Pengalaman adalah segalanya. Bisnis hotel adalah seni membuat orang merasa nyaman dan diterima. Juga pintar memecahkan masalah dan berinovasi agar selalu berada di depan dalam persaingan. Bertahun-tahun pengalaman dan memahami seluk beluk pekerjaan lebih berharga dibandingkan pelatihan formal dalam banyak kasus. Salah satu manager resor mewah menyatakan, petuah umum dalam bisnis ini adalah mendahulukan sikap. Latihan hanya untuk keterampilan

3. Spesialias Keamanan IT

Pendidikan mengajarkan pekerja apa yang mereka pelajari, namun pengalaman mengajarkan apa yang bisa Anda kerjakan. Dalam dunia IT yang bergerak dengan cepat, apa yang ada di buku pelajaran bisa cepat basi dibandingkan dengan pengalaman yang diperoleh seseorang dari dunia nyata. Saat sebuah bisnis atau organisasi memiliki data sensitif yang ingin dilindungi, mereka akan mencari orang yang berpengalaman.

Anda bisa memperoleh diploma di ilmu komputer, namun jika sudah familiar dengan teknologi jaringan dan bisa pemrograman komputer, yang Anda butuhkan hanya familiar dengan managemen risiko, dan Anda pun bisa melenggang kangkung di dunia IT. Menurut Biro Statistik Karyawan AS, bidang keamanan akan moncer sampai tahun 2014.

4. Produser Musik

Musisi merupakan pilihan jelas jika dikaitkan dengan pekerjaan tanpa pendidikan. Namun jika Anda memiliki telinga seperti Mozart dan merasa suka mengambil bagian dalam proyek bersama, maka Anda bisa mempertimbangkan duduk di kursi produser. Sound engineer producer harus memiliki kemampuan praktis, seperti soundboard dan pengalaman pascaproduksi. Akan tetapi, produser eksekutif hanya perlu tahu bisnis, memiliki insting tinggi saat mendengar suara dan berteman dengan orang yang tepat. Penjualan album yang jatuh mungkin terlihat membuat hati ciut, namun jika melompat ke bisnis online yang potensial dan melakukan tindakan yang tepat, Anda masih bisa bertahan.

5. Penyidik Kriminal

Pengalaman di satuan tugas kepolisian, pengetahuan soal "jalanan" dan memiliki jaringan informan merupakan hal-hal yang menjadi nilai lebih dibandingkan gelar sarjana untuk posisi penyidik-kriminalitas. Pada tingkat federal seperti FBI di AS, misalnya, pendidikan lebih tinggi biasanya lebih disukai. Namun agen penegak-hukum akan menekankan pada GPA (harus di atas 3,5), kebugaran tubuh, pengalaman kerja, tes psikologi dan polygraf, pengetahuan akan hukum, kemampuan berbahasa, dan kemampuan berkomunikasi yang bagus. Anda bisa mulai di kepolisian dan menanam 5 tahun pengalaman, kemudian berpindah ke penyidik.

source: intisari
BACA SELENGKAPNYA »»»

Kamis, 09 Februari 2012

Lima “Kartu” AS yang wajib diterapkan wirausaha

Lima "Kartu AS" sebagai sikap dan perilaku bekerja prestatif yang wajib diterapkan wirausaha

Semua orang, termasuk saya dan agan-agan sekalian, pasti memiliki keinginan untuk menjadi orang yang lebih baik dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini. Salah satunya adalah selalu memiliki keinginan untuk terus maju atau dikenal dengan istilah prestatif. Apalagi bila kita mulai mencoba untuk menjadi seorang entrepreneur (wirausaha) maka sikap dan perilaku prestatif ini wajib hukumnya untuk dimiliki.

Ada lima "Kartu AS" (Bukan kartu Remi Loh..!) sebagai sikap dan perilaku bekerja prestatif yang wajib diterapkan wirausaha, yaitu:


1. kerja ikhl-AS, maksudnya bukan berarti kerja tanpa mengharapkan gaji atau berjualan tanpa mengharapkan laba. Kerja ikhlas disini maksudnya adalah melakukan kegiatan bisnis tanpa keluh kesah bahkan rasa lelah tidak dirasakan sebagai suatu beban yang berat. Contoh: seorang pebisnis di internet walaupun hasil penjualan produknya hanya dapat menutup biaya tetapi dia tetap semangat dalam berbisnis

2. kerja maw-AS, maksudnya mawas diri dari rasa emosional, dapat diartikan tidak tergesa-gesa dalam mengambil suatu tindakan dan tidak mudah terpancing oleh suasana dalam menerima kritikan ( tidak marah ) atau pujian (tidak GR yang berlebihan) dengan tujuan tidak terjebak pada kesalahan yang sama. Contoh: ketika kita memiliki masalah pribadi, baik dengan keluarga, sahabat, pacar maka tidak boleh membawa masalah ini ke dalam bisnis kita karena pasti akan sangat berpengaruh dalam pemgambilan keputusan.

3. kerja cerd-AS, Tidak dipungkiri bahwa bisnis tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik saja tetapi juga mengandalkan otak, akal budi untuk berfikir. Wirausaha yang cerdas dalam menjalankan bisnisnya akan pandai memperhitungkan resiko bisnis, mampu melihat peluang usaha, dan dapat mencari solusi sehingga memperoleh keuntungan. Contoh: Sekarang ini banyak wirausaha ( termasuk agan-agan ) yang memanfaatkan teknlogi informasi dan komunikasi, menggunakan bahasa global (Inggris), pandai bernegosiasi, menerapkan konsep marketing untuk menunjang bisnisnya.

4. kerja ker-AS, maksudnya bekerja dengan menggunakan sumber daya secara optimal, misalnya tenaga, pikiran, waktu, dan perasaan untuk meraih keinginannya. Contoh: kerja keras seorang guru yang setiap hari mengajar kemudian mengisi waktu luang sepulang mengajar dengan mengelola warung sembako dan warnet disamping rumahnya.

5. kerja tunt-AS, kerja yang tidak setengah-setengah dan mampu mengorganisir usaha dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usahanya secara maksimal. Contoh: Seorang pebisnis online dapat mengorganisir usahanya dengan baik mulai dari membuat atau menyediakan produk yang dijual, menetapkan harga, membuat strategi promosi, mendistribusikan produk pesanan, kemungkinan kerugian sampai mendapatkan hasil yang memuaskan berupa laba.

"Harta terbesar untuk mempertahankan kemampuan wirausaha yaitu adanya sikap positif di dalam usaha"

source: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5314018
BACA SELENGKAPNYA »»»

Kamis, 26 Januari 2012

DiPilih: Stock Mobil Bekas !!

Berikut beberapa Stock Mobil Bekas yang kami jual:

* Mobil Avanza Warna Merah Type G. Kondisi mulus.

Mobil Avanza Merah tahun 2004

Spesifikasi

* Tipe kendaraan : Avanza
* Bahan Bakar : Premium
* Transmisi : Manual
* Tahun : 2004
* Kategori : toyota
* Harga : Rp. 119.000.000


* Mobil Xenia Warna hitam Type Xi Family. Tahun 2005. Kondisi sangat Bagus.

Xenia hitam 2005

Spesifikasi

* Tipe kendaraan : daihatsu Xenia
* Bahan Bakar : Premium
* Transmisi : Manual
* Tahun : 2005
* Harga : Rp. 109.000.000

Daihatsu Xenia 2005 Xi Family

* Mobil Isuzu Panther Touring 2002 warna biru muda. Keren !!.

Mobil Isuzu Panther Touring 2002 warna biru muda

Spesifikasi

* Tipe kendaraan : isuzu Panther Touring 2002
* Bahan Bakar : Premium
* Transmisi : Manual
* Tahun : 2002
* Harga :Rp. 137.000.000

Yang Minat kontak aja langsung Via Telepon :(0351) 3320309 atau 08 5259 5259 11. Silahkan call atau Untuk Lihat detail kondisi Mobil silahkan datang langsung ke Alamat kami di MADIUN JATIM. Mudah2 an pelayanan kami tidak mengecewakan anda. Buruan,, jangan sampai anda menanyakan mobil ini dan ternyata sudah laku. Thank's

* Untuk Produk kesehatan,, silahkan  PRODUK KESEHATAN BERKUALITAS TINGGI

* Buku - Buku Berkualitas yang layak anda miliki Kitab dan buku
HP 08 5259 5259  11
BACA SELENGKAPNYA »»»